Jayapura- Direktur Intelkam Polda Papua Kombes Pol Angling Guntoro, S.IK menggelar diskusi bersama kelompok mahasiswa Cipayung Plus Provinsi Papua guna memperkuat kemitraan antara Polri dan organisasi kemahasiswaan serta menyerap aspirasi terkait berbagai persoalan sosial dan keamanan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Kopi Tiam, Jalan Pacific Permai, Kota Jayapura, Rabu (21/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung pukul 12.35 WIT tersebut menjadi wadah komunikasi dan pertukaran informasi antara kepolisian dan kalangan mahasiswa untuk membahas berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Angling Guntoro menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan organisasi mahasiswa yang telah hadir dan berpartisipasi dalam diskusi. Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan kalangan mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun hubungan kemitraan yang baik antara Polri dan masyarakat.
“Pertemuan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara Direktorat Intelkam Polda Papua dengan rekan-rekan Cipayung Plus. Kami ingin mendengar secara langsung masukan dan informasi dari teman-teman mahasiswa terkait dinamika yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak kelompok Cipayung Plus untuk berperan aktif dalam mendukung upaya kepolisian, khususnya dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran narkoba. Menurutnya, keterlibatan organisasi mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
“Kami berharap rekan-rekan Cipayung Plus dapat terus bekerja sama dan memberikan dukungan melalui pertukaran informasi serta masukan yang konstruktif. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, berbagai persoalan sosial dan keamanan dapat kita hadapi bersama,” tambahnya.
Memasuki sesi diskusi, Ketua PKC PMII Papua Agus Basar Sandi menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya peredaran minuman beralkohol ilegal dan praktik prostitusi ilegal yang dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
Agus berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius melalui koordinasi lintas sektor agar penanganannya dapat berjalan secara efektif.
Menanggapi masukan tersebut, Kombes Pol Angling Guntoro mengapresiasi pandangan yang disampaikan dan mengharapkan dukungan informasi dari organisasi mahasiswa guna membantu kepolisian menindaklanjuti berbagai persoalan sesuai dengan kewenangannya.
“Kami menyambut baik masukan dari rekan-rekan mahasiswa. Kami juga berharap adanya dukungan informasi yang dapat menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan, sehingga penanganannya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris GMNI Jayapura Julio menyoroti persepsi masyarakat terhadap citra Polri, khususnya dalam pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan. Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang baik perlu terus dibangun untuk meminimalkan kesalahpahaman antara kepolisian dan masyarakat.
Menurut Julio, keterbukaan komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sekaligus mendukung pelaksanaan tugas yang lebih efektif.
Persoalan kepemudaan turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Ketua GAMKI Keerom Steven Payogwa menyoroti keterbatasan dukungan pendanaan bagi kegiatan kepemudaan. Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap penyalahgunaan narkoba, termasuk ganja, serta kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Keerom.
Steven berharap adanya perhatian dan kerja sama berbagai pihak dalam mendorong kegiatan positif bagi generasi muda sekaligus mencegah keterlibatan mereka dalam perilaku yang melanggar hukum.
Pada kesempatan yang sama, Ketua HMI MPO Kota Jayapura Setiawan Wailusu menekankan pentingnya menjaga sinergi antara Direktorat Intelkam Polda Papua dan kelompok Cipayung Plus. Ia mengusulkan agar momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan untuk menggaungkan gerakan positif, salah satunya melalui deklarasi wilayah bebas narkoba.
“Kami berharap sinergi antara Polri dan Cipayung Plus terus terjaga. Momentum Hari Sumpah Pemuda juga dapat dimanfaatkan untuk membangun gerakan bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, termasuk melalui deklarasi wilayah bebas narkoba,” ungkapnya.
Selain itu, Setiawan turut menyoroti persoalan pertambangan ilegal yang dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan di Papua. Ia berharap persoalan tersebut mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kombes Pol Angling Guntoro menegaskan bahwa penanganan persoalan narkoba, peredaran minuman beralkohol ilegal, dan prostitusi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi kemahasiswaan, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Permasalahan narkoba, minuman beralkohol ilegal, dan prostitusi tidak dapat diselesaikan oleh kepolisian sendiri. Diperlukan kerja sama dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan agar berbagai persoalan tersebut dapat ditangani bersama dan tidak semakin meluas,” tegasnya.
Ia berharap kelompok Cipayung Plus dapat terus menjadi mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan aspirasi, berbagi informasi, serta memberikan saran dan masukan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan diskusi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan membangun kesamaan pandangan antara Polri dan kalangan mahasiswa dalam menyikapi berbagai tantangan sosial dan keamanan di Papua.
Melalui kemitraan yang berkelanjutan, Direktorat Intelkam Polda Papua bersama kelompok Cipayung Plus diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Provinsi Papua.
